Rabu, 04 Desember 2013

Mengapa Tidak di INS Kayutanam Saja?

Don, kenapa dulu kamu tidak sekolah di INS Kayutanam saja? begitulah kira-kira pertanyaan salah seorang teman disaat kami sedang berbincang-bincang mengenai sistem pendidikan yang dianut oleh INS Kayutanam. Sejenak saya terdiam dan akhirnya bisa juga menemukan jawaban yang tepat terhadap pertanyaan tersebut. Jujur saja saya baru mengetahui kalau INS Kayutanam itu ada di saat tahun pertama kuliah tepatnya dalam mata kuliah pengantar pendidikan dan itupun tidak dibahas lebih dalam. Baru 3 tahun belakangan ini saya benar-benar tertarik dengan konsep pendidikan INS Kayutanam dan pernah ikut beberapa program kesana. Kalaulah dari SMP saya tahu seperti itu maka saya pasti akan memutuskan untuk masuk ke sana. Akan tetapi yang menjadi pertanyaan saya kepada diri sendiri adalah mengapa INS Kayutanam dengan konsep pendidikan yang sangat bagus tidak populer dan jarang didengar termasuk lagu Nasional Indonesia subur yang juga dilahirkan di sana?
Usut punya usut akhirnya saya menemukan penyebabnya meskipun hal tersebut terlihat secara tersirat dan belum ada yang menuliskannya secara tersurat. Dan saya juga tidak berani menuliskannya secara langsung disini. Kalau teman-teman mau tahu penyebabnya silahkan baca buku Dasar-Dasar pendidikan yang ditulis oleh Mohammad Sjafei yang merupakan pendiri Ruang Pendidikan INS Kayutanam tepatnya pada halaman 142.

Selasa, 03 Desember 2013

Kelola Referensi Dengan Mandeley

Mendeley adalah software pengelola referensi dan jejaring sosial akademik yang dapat dipergunakan untuk mendukung proses penelitian dan berkolaborasi dengan peneliti lainnya. Penggunaan Mendeley sangat mudah, untuk Ubuntu silahkan download dan ikuti instruksi pada halaman ini  setelah terdownload dan di install maka buatlah akun di Mendeley. Setelah akun terdaftar saatnya mencoba mengelola referensi di Mendeley. Buka Mendeley
Pada Literature Search ketikan kata kunci yang ingin ditemukan, sebagai contoh saya ingin mencari Distance Learners’ Needs on Interactivity in SMS-based Learning  System

Kalau sudah ditemukan silahkan pilih Save reference.
Selain fitur di atas masih banyak lagi fitur lainnya seperti pembuatan folder sehingga kita dapat mengelompokan Referensi sesuai tema penelitian.

Senin, 02 Desember 2013

Sejarah Ringkas INS Kayutanam

TOKOH
Lahir di Pontianak Kalimantan Barat tahun 1893 dan meninggal pada tanggal 5 Maret 1969 dalam usia 74 tahun di Jakarta dan dikebumikan ditengah-tengah kampus INS Kayutanam Kab. Padang Pariaman Prop. Sumatera Barat. Ibunya Sjafiah, seorang pembuat sekaligus penjaja kue keliling dan ayahnya sudah meninggal sejak dia masih bayi. Sebagai rakyat jelata yang miskin, Sjafei tidak mengenal dunia pendidikan sampai kemudian dia ditemukan oleh Marah Sutan yang bernama lengkap Inyiak Ibrahim Marah Sutan. Inyiak Marah Sutan, seorang guru sejarah pada sekolah rendah di Padang. Setelah 5 tahun di Padang, Marah Sutan dipindahkan ke Sukadana-Lampung, 7 tahun kemudian di pindahkan ke Idi-Aceh, 7 tahun kemudian dipindahkan lagi ke Pontianak. Disinilah Marah Sutan menemukan Sjafei kecil yang dikenalnya sebagai kanak-kanak, penjual kue keliling kampung yang selalu mengintip dari celah dinding tadir kelas saat Marah Sutan sedang menerangkan pelajaran. Kebiasaan Marah Sutan waktu mengajar suka bertanya kepada muridnya setiap masalah yang rumit untuk dapat dipahami dengan benar. Yang terjadi adalah setiap pertanyaan yang diajukan Marah Sutan, jawabanya selalu datang dari arah luar kelas. Marah Sutan heran, : “ ………….. suara siapa itu ?” kata Marah Sutan dalam hati. Perlahan tapi pasti Marah Sutan melangkah keluar kelas dan terlihat seorang anak kecil dekil dan kumal bertelanjang dada. Anak kecil itu memiliki bola mata bundar yang memancarkan sinar kecerdasan yang menatapnya dengan penuh pengharapan.
Kemudian Sjafei diadopsi oleh Marah Sutan dan dibesarkan bersama istrinya tercinta Chalidjah (terkenal dengan nama Anduang Chalidjah),
Chalidjah, ibu angkat yang buta huruf tapi memiliki pikiran yang rasional, cerdas, berintuisi tajam dan cermat. Chalidjah sangat menyayangi Sjafei dan Sjafei banyak mendapati pendidikan darinya. Anduang Chalidjah meninggal pada tanggal 29 Desember 1951 dalam usia 82 tahun dan dimakamkan disamping makam Engku Sjafei di kampus INS Kayutanam.
Adalah sekolah bersejarah yang merupakan salah satu dari tiga pilar Pendidikan Nasional Indonesia (Perguruan Taman Siswa, INS Kayutanam dan Diniyah Putri). Didirikan pada tanggal 31 Oktober 1926 oleh pendirinya Engku M. Sjafei di Kayutanam Kab. Padang Pariaman Prop. Sumatera Barat. Idiologi/falsafah pendidikan INS Kayutanam, “ Jangan harapkan buah mangga dari pohon rambutan tapi jadikanlah setiap pohon berbuah manis”. Engku Sjafei dengan INS Kayutanamnya, meletakan dasar pendidikan yang berorientasi pada kecakapan hidup/life skill melalui penggalian potensi setiap peserta didik, dimana otak, raga dan kalbu merupakan 3 bagian anugrah tuhan dalam tubuh manusia. Menurut pemikiran beliau, “ jika ketiga unsur ini bersinergi akan menghasilkan manusia yang utuh dalam menapaki hidup “.
Inilah sebagian alumni INS Kayutanam yang sudah memiliki reputasi skala nasional dan internasional Seperti, Bustail Arifin (Mentri), Hasnan Habib (Dubes/Jendral/Pati ABRI), Kaharudin Nasution ( Gubernur Riau), Surkani (Wakil Gubernur Sumbar), Mahyudin Algamar (Wakil Gubernur Sumbar). Indraman Akmam (Direktur Pertamina), Muchtar Apin (Guru Besar ITB), Djang Jusi (Guru Besar UI), AA Navis (Budayawan), Zaini (Pelukis), Syofyan Naan (Pencipta Tarian Minang), Syaiful Bachri (Pimpinan Orkes Simponi RRI), Muchtar Lubis ( Wartawan), Ramudin (Pematung)
 INSTITUT TALENTA INDONESIA INS KAYUTANAM
Adalah pencitraan kembali INS Kayutanam yang disesuaikan dengan persoalan pendidikan kondisi kekinian dan masa depan. Besar harapan Intitut Talenta Indonesia INS Kayutanam pada tahun 2020 menjadi model Pendidikan Nasional Indonesia.
Institut Talenta Indonesia diluncurkan pada tanggal 7 mei 2007 di Kayutanam Kabupaten Padang Pariaman oleh Pengurus Yayasan Badan Wakaf Ruang Pendidik INS Kayutanam dilengkapi dengan kurikulum sendiri yang bernama KURIKULUM BERBASIS TALENTA.
Outcome lulusan yang ingin dicapai adalah pribadi yang bertakwa, mandiri, berinovasi, kreatif, berjiwa entrepreneur, serta siap membangun bangsa dan Negara dengan keterampilan keprofesian berdasarkan ilmu pengetahuan, talenta/bakat serta berbudi pekerti luhur dan beretos kerja keras dan dapat menjadi tauladan.
Referensi:
Peraturan Tata tertib SMA INS Kayutanam
http://id.wikipedia.org/wiki/INS_Kayutanam

Minggu, 01 Desember 2013

Dari Jogja Naik Madium Jaya

Sabtu sore tanggal 30 November 2013 saya berencana kembali ke solo setelah pada siang harinya mengikuti kopdar blogger nusantara di jogloabang Gombang, Tirtoadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta. Sebenarnya acara kopdar tersebut dilaksanakan selama dua hari yaitu 30 November dan 1 Desember namun dikarenakan saya ada keperluan mendadak maka saya memutusakn kembali lebih awal. Disaat mau menuju stasiun ternyata tidak ada transportasi yang disediakan panitia untung saja ada mas ari yang berbaik hati untuk memberikan tumpangan. Setelah sampai di stasiun saya lengsung menuju tempat pembelian tiket dan memesan tiket untuk kereta sriwedari tujuan solo tapi sayang sekali tiketnya habis dan kertea terdekat yang tersedia adalah madiun jaya. Sempat berfikir beberapa saat akhirnya saya memutuskan membeli tiket madium jaya meskipun harus menunggu hampir dua jam.
Jam 18.30 akhirnya kerta datang dan langsung berangkat, perjalanan ke solo pun di mulai. Sesampai di stasiun purwosari solo saya merasa gelisah, rencananya saya ingin turun di stasiun jebres tapi takut keretanya tidak berhenti yang ada nantinya saya malah ke madiun. Dengan sedikit perasaan ragu saya memutuskan untuk bertanya ke petugas apakah kereta madiun jaya berhenti di stasiun jebres, kemudian dijawab oleh petugas bahwa kereta akan berhenti di stasiun jebres. Alhamdulillah tidak jadi ke madiun, bukan kerena tidak ada penginapan di madiun tapi karena badan sudah lelah seharian di jogja dan barang bawaan yang lumayan banyak.