Minggu, 09 Februari 2014

Menghabiskan Waktu Dengan Latar Belakang

Saya tahu banyak teman-teman yang heran mengapa setiap hari saya merevisi latar belakang untuk rencana penelitian. Tidak perlu heran ini bukan karena efek stres tapi semata-mata saya lakukan untuk melatih diri membuat alasan yang baik agar nantinya setiap orang yang membaca rencana maupun laporan dari penelitian saya dapat dengan mudah memahami dan mengerti apa yang membuat saya membahas masalah tersebut.
Dari beberapa buku dan artikel yang saya baca dijelaskan bahwa di latar belakang harus ditulis dengan jelas apa alasan dalam memilih sebuah permasalahan. Bukan idealis dan sok-sokan, hanya mencoba untuk menjadi lebih baik meskipun dengan mengikuti yang sudah ada bisa menggugurkan tanggung jawab yang harus saya selesaikan. Tidak peduli ada penghargaan atau tidak dan lain sebagainya tapi saya percaya lebih baik mandi keringat saat latihan dari pada mandi darah saat pertempuran.

Sabtu, 08 Februari 2014

Minangkabau Waktu Dulu

Foto-foto keadaan Minangkabau pada masa lalu yang di ambil dari halaman facebook Anak-Anak Minang
Vergadering van Minangkabause penghoeloe's (district-hoofden op Sumatra's Westkust) 1911.

Pemandangan jalan di kota Solok, 1900-1940.
 Jembatan beratap di atas Lembah Gumanti, Solok, (1877-1879)
Jam Gadang Bukittinggi - 1935
Hotel Sumatra 1867
Rumah Gadang Rajo Mangkuto di Koto Gadang (sekitar tahun 1870)

Rumah Gadang Minangkabau bertingkat tahun 1800-an
Rumah Gadang Khatib Nagari di Supayang 1877-1879
Minangkabau woningen op Sumatra's Westkust 1892
Surau di Baso
Rumah adat di Alahan Panjang, Kab. Solok, Sumatera Barat 1925.
Rumah Gadang khas Kampar (Rumah Lontiok) di Kampar Kanan, Sumatra Barat 1927.
Minangkabause woning, Sumatra's Westkust 1890
Perkampungan Minang awal tahun 1900 di Singkarak
Masjid dengan kolam ikan di Kampong Taloek di Fort de Kock (Bukittinggi) 1985.
Palembayan, 1895.

Kamis, 06 Februari 2014

First-Come, First-Served


Pada suatu siang tepatnya pada  05/02/2014 saya datang keperpustakaan untuk mengembalikan pinjaman buku yang memang jatuh tempo pada hari tersebut. Sesampai diloket pengembalian sudah ada beberapa mahasiswa yang sedang dilayani oleh petugas, sepertinya mahasiswa yang akan diwisuda. Setelah menunggu beberapa menit akhirnya giliran saya datang dan saya langsung menuju loket pengembalian dan dilayani oleh petugas. Disaat yang bersamaan disebelah saya tepatnya pada loket yang lainnya juga ada mahasiswa yang akan mengembalikan buku akan tetapi belum dilayani sebab petugas pada loket tersebut melayani mahasiswa lain yang ingin membuat kartu anggota padahal mahasiswa yang membuat kartu tersebut datang belakangan. Meskipun hal tersebut tidak terjadi pada saya tapi saya merasa jengkel seharusnya "First-Come, First-Served" benar-benar dijalankan dan tidak hanya jadi gaya-gayaan saja. Jangan mentang-mentang yang mengurus kartu anggota akan membayar uang administrasi lalu mereka yang dilayani terlebih dahulu. Saya rasa setiap pegawai di Universitas manapun tahu kalau seluruh mahasiswa membayar dengan jumlah yang sama pada setiap jenjang pendidikannya. Maka dari itu sudah selayaknya juga setiap mahasiswa mendapatkan perlakuan yang sama karena yang saya tahu tidak ada anggota emas, perak dan lain sebagainya.

Rabu, 05 Februari 2014

Install TLP di BlankOn

TLP merupakan aplikasi manajemen daya yang canggih untuk Linux tanpa perlu memahami setiap detail masalah teknis. TLP hadir dengan konfigurasi default yang telah dioptimalkan untuk daya tahan baterai, sehingga pengguna hanya menginstal dan langsung menggunakannya. Namun meskipun demikian TLP bisa disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan yang lebih spesifik. Paket TLP tersedia untuk Arch, Debian, Fedora, Gentoo dan Ubuntu. 
Biasanya saya menggunakan TLP di Ubuntu dan memang memberikan perubahan terhadap daya tahan batrai dan sekarang saya menggunakan BlankOn 9. BlankOn 9 saya rasa sangat irit batrai namun jika bisa di optimalkan lagi kenapa tidak, oleh karen itu saya memutusakn untuk memasang TLP di BlankOn 9.  Dikarenakan TLP secara spesifik tidak disebutkan tersedia untuk BlankOn tapi untuk Debian ada, dimana Debian merupakan base dari BlankOn. Berikut proses instalasinya.
1. Tambahkan repository berikut kedalam file  /etc/apt/sources.list
deb http://ppa.launchpad.net/linrunner/tlp/ubuntu lucid main
2. Tambahkan public key untuk repository tersebut
sudo apt-key adv --keyserver keyserver.ubuntu.com --recv-keys 02D65EFF
3. Jika key pertama tidak bisa maka bisa menggunakan key yang lainnya
sudo apt-key adv --keyserver pool.sks-keyservers.net --recv-keys 02D65EFF
4. Kemudian lakukan update terhadap repository
sudo apt-get update
5. Install TLP
sudo apt-get install TLP
6. Jalankan TLP
sudo tlp start
Selamat menikmati perubahannya.