Senin, 02 Desember 2013

Sejarah Ringkas INS Kayutanam

TOKOH
Lahir di Pontianak Kalimantan Barat tahun 1893 dan meninggal pada tanggal 5 Maret 1969 dalam usia 74 tahun di Jakarta dan dikebumikan ditengah-tengah kampus INS Kayutanam Kab. Padang Pariaman Prop. Sumatera Barat. Ibunya Sjafiah, seorang pembuat sekaligus penjaja kue keliling dan ayahnya sudah meninggal sejak dia masih bayi. Sebagai rakyat jelata yang miskin, Sjafei tidak mengenal dunia pendidikan sampai kemudian dia ditemukan oleh Marah Sutan yang bernama lengkap Inyiak Ibrahim Marah Sutan. Inyiak Marah Sutan, seorang guru sejarah pada sekolah rendah di Padang. Setelah 5 tahun di Padang, Marah Sutan dipindahkan ke Sukadana-Lampung, 7 tahun kemudian di pindahkan ke Idi-Aceh, 7 tahun kemudian dipindahkan lagi ke Pontianak. Disinilah Marah Sutan menemukan Sjafei kecil yang dikenalnya sebagai kanak-kanak, penjual kue keliling kampung yang selalu mengintip dari celah dinding tadir kelas saat Marah Sutan sedang menerangkan pelajaran. Kebiasaan Marah Sutan waktu mengajar suka bertanya kepada muridnya setiap masalah yang rumit untuk dapat dipahami dengan benar. Yang terjadi adalah setiap pertanyaan yang diajukan Marah Sutan, jawabanya selalu datang dari arah luar kelas. Marah Sutan heran, : “ ………….. suara siapa itu ?” kata Marah Sutan dalam hati. Perlahan tapi pasti Marah Sutan melangkah keluar kelas dan terlihat seorang anak kecil dekil dan kumal bertelanjang dada. Anak kecil itu memiliki bola mata bundar yang memancarkan sinar kecerdasan yang menatapnya dengan penuh pengharapan.
Kemudian Sjafei diadopsi oleh Marah Sutan dan dibesarkan bersama istrinya tercinta Chalidjah (terkenal dengan nama Anduang Chalidjah),
Chalidjah, ibu angkat yang buta huruf tapi memiliki pikiran yang rasional, cerdas, berintuisi tajam dan cermat. Chalidjah sangat menyayangi Sjafei dan Sjafei banyak mendapati pendidikan darinya. Anduang Chalidjah meninggal pada tanggal 29 Desember 1951 dalam usia 82 tahun dan dimakamkan disamping makam Engku Sjafei di kampus INS Kayutanam.
Adalah sekolah bersejarah yang merupakan salah satu dari tiga pilar Pendidikan Nasional Indonesia (Perguruan Taman Siswa, INS Kayutanam dan Diniyah Putri). Didirikan pada tanggal 31 Oktober 1926 oleh pendirinya Engku M. Sjafei di Kayutanam Kab. Padang Pariaman Prop. Sumatera Barat. Idiologi/falsafah pendidikan INS Kayutanam, “ Jangan harapkan buah mangga dari pohon rambutan tapi jadikanlah setiap pohon berbuah manis”. Engku Sjafei dengan INS Kayutanamnya, meletakan dasar pendidikan yang berorientasi pada kecakapan hidup/life skill melalui penggalian potensi setiap peserta didik, dimana otak, raga dan kalbu merupakan 3 bagian anugrah tuhan dalam tubuh manusia. Menurut pemikiran beliau, “ jika ketiga unsur ini bersinergi akan menghasilkan manusia yang utuh dalam menapaki hidup “.
Inilah sebagian alumni INS Kayutanam yang sudah memiliki reputasi skala nasional dan internasional Seperti, Bustail Arifin (Mentri), Hasnan Habib (Dubes/Jendral/Pati ABRI), Kaharudin Nasution ( Gubernur Riau), Surkani (Wakil Gubernur Sumbar), Mahyudin Algamar (Wakil Gubernur Sumbar). Indraman Akmam (Direktur Pertamina), Muchtar Apin (Guru Besar ITB), Djang Jusi (Guru Besar UI), AA Navis (Budayawan), Zaini (Pelukis), Syofyan Naan (Pencipta Tarian Minang), Syaiful Bachri (Pimpinan Orkes Simponi RRI), Muchtar Lubis ( Wartawan), Ramudin (Pematung)
 INSTITUT TALENTA INDONESIA INS KAYUTANAM
Adalah pencitraan kembali INS Kayutanam yang disesuaikan dengan persoalan pendidikan kondisi kekinian dan masa depan. Besar harapan Intitut Talenta Indonesia INS Kayutanam pada tahun 2020 menjadi model Pendidikan Nasional Indonesia.
Institut Talenta Indonesia diluncurkan pada tanggal 7 mei 2007 di Kayutanam Kabupaten Padang Pariaman oleh Pengurus Yayasan Badan Wakaf Ruang Pendidik INS Kayutanam dilengkapi dengan kurikulum sendiri yang bernama KURIKULUM BERBASIS TALENTA.
Outcome lulusan yang ingin dicapai adalah pribadi yang bertakwa, mandiri, berinovasi, kreatif, berjiwa entrepreneur, serta siap membangun bangsa dan Negara dengan keterampilan keprofesian berdasarkan ilmu pengetahuan, talenta/bakat serta berbudi pekerti luhur dan beretos kerja keras dan dapat menjadi tauladan.
Referensi:
Peraturan Tata tertib SMA INS Kayutanam
http://id.wikipedia.org/wiki/INS_Kayutanam

0 komentar:

Posting Komentar

Pengunjung yang baik selalu meninggalkan komentar :)