Kamis, 30 Januari 2014

Ternyata Tidak Salah

Awalnya saya merasa berada ditempat yang salah, akan diproses dengan cara yang salah dan menjadi sesuatu yang salah. Hal tersebut saya alami disaat masuk ke jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan pada tahun 2008. Disana saya dan teman-teman lainnya diajarkan banyak ilmu mulai dari filsafat sampai psikologi.
Saat ini saya cenderung lebih banyak menghabiskan waktu pada bidang Perpustakaan khususnya Otomasi. Kecintaan saya akan perpustakaan mulai tumbuh pada tahun ketiga kuliah padahal ditahun kedua saya pernah mengikuti mata kuliah pengelolaan perpustakaan. Pada saat mengikuti kuliah tersebut saya sempat berfikir akan menjadi seorang pustakawan karbitan yang dibentuk dengan 3sks, kemudian mengambil lahan anak-anak dari jurusan Ilmu Perpustakaan. Namun hal tersebut ternyata keliru. Setelah membaca beberapa buku saya baru paham kalau perpustakaan merupakan bagian dari Teknologi Pendidikan. Bahkan dengan sangat jelas Smaldino dan kawan-kawan dalam bukunya yang berjudul Instructional Technology and Media for Learning menyarankan kepada setiap orang yang akan berkarir dalam bidang Teknologi Pendidikan untuk bergabung kedalam Asosiasi Pustakawan. Sebab sangat mustahil rasanya seseorang bisa memanfaatkan sesuatu tanpa mengetahuinya terlebih dahulu. Denga demikian  penglolaan perpustakaan perlu dipelajari di jurusan Teknologi Pendidikan. 
Bicara masalah pekerjaan sepertinya tidak ada perebutan lahan sebab wilayah masing-masing sudah ditentukan dengan jelas, dimana anak-anak dari Ilmu perpustakaan akan menjadi pustakwan dan anak-anak dari Teknologi Pendidikan akan menjadi teknolog pendidikan.

Rabu, 29 Januari 2014

SMA INS KAYUTANAM Raih Akreditasi “A”


Setelah cukup lama menyandang akreditasi "B" akhirnya INS Kayutanam dikukuhkan sebagai sekolah yang berakreditasi "A", pengukuhan tersebut dinyatakan dengan surat keputusan No.1145/BAP-SM/ll/XII/2013 yang diberikan langsung kepada kepala sekolah INS Kayutanam Drs. H Hendrizal. Perolehan akreditasi dengan predikat "A" tersebut merupakan hasil kerja keras banyak pihak mulai dari pihak sekolah sampai dengan pihak yayasan.
INS Kayutanam merupakan sekolah yang menganut sistem pendidikan Akademis,Ketrampilan/Sanggar dan Akhlak Mulia/Karakter didukung dengan fasilitas yang lengkap dan tenaga pengajar yang profesional sehingga akreditasi "A" yang diperoleh tidak akan begitu sulit untuk dipertahankan bahkan bisa melampaui tuntutan dari nilai "A" tersebut. Dengan demikian apa yang dicita-citakan Mohammad Sjafei bisa terwujud untuk menjadikan setiap peserta didik sesuai bakat mereka masing-masing.

Kamis, 23 Januari 2014

Massive Open Online Course (MOOC)


Massive Open Online Course (MOOC) adalah kursus online yang bertujuan membuka akses melalui web untuk partisipasi terbatas. Selain materi kursus tradisional seperti video, bacaan, dan masalah, MOOCs menyediakan forum pengguna interaktif yang membantu membangun komunitas untuk mahasiswa, dosen, dan asisten pengajar (TA). MOOCs adalah perkembangan terbaru dalam pendidikan jarak jauh. Pertama kali saya mengetahui Massive Open Online Course (MOOC) di http://learn.moodle.net/, dimana MOOC (Massive Open Online Course) yang pertama diadakan oleh Moodle. Moodle MOOC (Massive Open Online Course)   dimulai September 2013, dan sekarang sudah ditutup.
Saat ini Massive Open Online Course (MOOC) menjadi tren untuk pendidikan jarak jauh. Diluar negeri sudah banyak lembaga yang membuat MOOCs. Mulai dari instansi pemerintah dan instansi non pemerintah. Baru-baru ini Negera tetangga yaitu Thailand mengadakan sebuah event yang membahas MOOCs pada 20 Jan 2014 dengan tema "Data Curation and Massive Open Online Course ". Namun sayangnya sampai saat ini di Indonesia belum ada pembahasan mengenai Massive Open Online Course (MOOC) terutama pada Pendidikan Tinggi. Padahal ada banyak Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan yang merupakan salah satu bidang keilmuan yang membahas bidang tersebut. Semoga saja dalam waktu dekat ha tersebut dibahas untung-untung bisa dilaksanakan.

Selasa, 21 Januari 2014

Release Party IGN D 9.0

“Luar Biasa” Kata-kata tersebut cocok untuk menggambarkan suasana Release Party IGN D 9.0 di Universitas Merdeka Madiun, pada Sabtu (18/1) kemarin. IGOS Nusantara disingkat IGN adalah sistem operasi dengan perangkat lunak legal, handal dan tanpa membayar lisensi untuk pengguna. IGOS Nusantara dikembangkan oleh Pusat Penelitian Informatika Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia bersama dengan komunitas. IGN merupakan sistem operasi komputer yang telah digunakan oleh Laboratorium UNMER.
Acara “Release Party ” tersebut diangkatkan oleh Himpunan Mahasiswa Informatika dan KSL UNMER bekerjasama dengan IGN sebagai pengenalan IGN D 9.0.
Dekan Fakultas Teknik UNMER  Ir. Rochidajah, MT secara langsung membuka acara. Dalam kata sambutan, beliau mengutarakan harapan agar Mahasiswa UNMER  dapat berperan secara aktif dalam mengembangkan IGN. Sehingga Mahasiswa  dapat berkontribusi dalam pengembangannnya di lembaga pendidikan maupun non pendidikan.

Kemudian, Tim dari IGN sebagai pemateri bergiliran memaparkan materi. Pemateri pertama, Arif Eko Pranoto,  menyajikan materi tentang fitur-fitur  terbaru IGN D 9.0. Materi berikutnya, tentang Implementasi IGN, dijelaskan oleh Sefri Doni yang kemudian juga ditambahkan oleh Anang Safroni dan Sagitha Happy.
Pembahasan yang sangat bagus tentang IGN membuat beberapa peserta antusias ingin mempelajari IGN khususnya Multimedia lebih dalam. Kemudian setelah pemaparan meteri selesai acara dilanjutkan dengan Workshop Blender yang di pandu oleh Anang Safroni.

Acara ini adalah yang kedua kalinya dilaksanakan pihak UNMER dan akan terus bekerja sama secara terus-menerus sebagai wujud memperkenalkan IGOS Nusantara di Dunia Pendidikan.



Kamis, 16 Januari 2014

Jalan-Jalan Ke Pacitan

Biasanya hari libur saya hanya menghabiskan waktu dirumah, namun pada libur peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tepatnya pada tanggal 14 Januari 2014 kemarin saya di ajak oleh Pak Sukidi untuk pergi jalan-jalan. Saya dan Pak Sukidi adalah mahasiswa yang terdaftar pada program studi yang sama. Ajakan tersebut sudah dibicarakan beberapa hari sebelum tanggal 14 Januari 2014 namun baru dikonfirmasi Pak Sukidi sehari sebelum keberangkatan. Jalan-jalan tersebut merupakan bagian dari kegiatan rutin di tempat kerjanya Pak Sukidi, dimana para pesertanya adalah majelis guru yang memiliki hobi yang sama. Dalam rombongan jalan-jalan tersebut juga ada teman-teman kelas  lainnya yaitu Pak Catur, Pak Endar, dan Pak Hariyadi.
Rute yang kami tempuh adalah Solo-Sukoharjo-Wonogori-Pacitan.
Berikut foto-fotonya :D





Rabu, 15 Januari 2014

Install SLiMS 7 Portable

Untuk mempermudah para pengguna, SDC (Senayan Developer Community) mendistribusikan SLiMS dalam bentuk source code dan juga bentuk portable. SLiMS portable merupakan SLiMS yang sudah dipaket dengan webserver dan mysql server. Untuk instalasinyapun sangat mudah. Dengan demikian SLiMS portable sangat cocok untuk pengguna pemula yang baru mau mempelajari SLiMS. Dibalik banyak kemudahan yang ditawarkan SLiMS Portable ada satu kelemahannya yaitu SLiMS Portable hanya bisa berjalan di Sistem Operasi Windows.
Bagi teman-teman yang tidak sabar untuk mencoba SLiMS Portable berikut langkah-langkahnya.
1. Download SLiMS Portable di sini
2. Setelah di download maka ektraklah file hasil download tersebut

3. Kemudian pindahkan hasil ekstarkan tersebut ke root folder misalnya di dalam partisi C, D, atau E. Letakan diluar dan jangan dimasukan kedalam folder apapun
4. Langkah selanjutnya adalah menjalankan SLiMS. Masuk kedalam folder psenayan yang ada di root folder tadi kemudian aktifkan apache_start dan mysql_start dengan cara mengklik 2 kali
5. Lalu akan muncul layar hitam-hitam, minimize saja dan jangan di tutup
6. Jika apache dan mysqlnya sudah aktif silahkan buka web browser dan ketikan http://localhot

Cukup mudah bukan? untuk mematikan service apache dan mysql cukup di tutup saja layar hitam yang tadi muncul. Selamat mencoba.


Minggu, 12 Januari 2014

Belajar Bersama Komunitas SLiMS SUMBAR

Setelah sempat tertunda Belajar Bersama Komunitas SLiMS Sumatera Barat akhirnya terlaksana juga. Kemarin pada hari sabtu tepatnya tanggal 11 Januari 2013 Belajar Bersama dilaksanakan di Perpustakaan Pusat Universitas Andalas. Acara tersebut merupakan bagian dari kerja sama komunitas SLiMS Sumbar dengan Perpustakaan Pusat Universitas Andalas yang memang sudah terjalin sejak setahun terakhir.
Dalam acara Belajar Bersama Komunitas SLiMS Sumbar peserta yang hadir tidak begitu banyak namun terdapat keragaman instansi dan daerah asal peserta. Ada peserta yang berasal dari Kabupaten Agam yang jaraknya lumayan jauh dari Kota Padang, kemudian ada juga peserta yang berasal dari Kota Padang Panjang dan peserta yang lain rata-rata berdomisili di Kota Padang sendiri. Untuk instansi kerja para peserta juga beragam mulai dari tingkat dasar, menengah dan perguruan tingggi dan ada juga mahasiswa.
Acara Belajar Bersama Komunitas dibuka oleh Bapak Azral,M.Pd selaku Kepala Perpustakaan Universitas Andalas kemudian dilanjutkan dengan sepetah dua kata dari perwakilan SDC (Senayan Developer Community) yaitu Mas Arie Nugraha. Istimewanya sepetah dua kata dari Mas Arie Nugraha dilakukan dari jarak jauh dengan menggunakan media internet. Meskipun Mas Arie Nugraha berbicara dari jarak jauh namun hal tersebut tidak mengurangi apa yang menjadi tujuan sepatah dua kata tersebut. Kami dari komunitas merasa sangat senang sebab tanpa harus terikat ruang dan waktu user dan developer bisa saling berinteraksi.
Dilihat dari sisi materi dan pemateri Belajar Bersama Komunitas SLiMS Sumatera Barat kali ini bisa dibilang istimewa. Untuk materi yang disajikan adalah mengenai Fitur terbaru SLiMS 7 dan kode etik Komunitas Open Source Software. Untuk materi fitur terbaru di SLiMS 7 disampaikan oleh Bapak Yopi Fetrin sebagai perwakilan dari Perpustakaan Pusat Universitas Andalas. Kemudian untuk meteri kode etik komunitas Open Source Software disampaikan oleh Bapak Muhammad Riza Nurtam sebagai perwakilan dari Komunitas SLiMS Sumater Barat. Setalah penyajian meteri selesai acara dilanjutkan dengan diskusi bebas dan hacking session.
Pertemuan selanjutnya direncanakan akan di adakan di IAIN Imam Bonjol Padang dan sebagai penutup kami dari komunitas mengucapkan terima kasih banyak kepada Perpustakaan Universitas Andalas karena telah bersedia menjadi tuan rumah, selanjutnya kepada SDC khususnya Mas Arie Nugraha yang sudah meluangkan waktu di sela-sela kesibukannya untuk berbagi dengan teman-teman di komunitas serta pihak-pihak yang kami tidak bisa sebutkan namanya satu persatu. Dan yang terakhir terima kasih banyak kepada para peserta yang telah berpartisipasi, kami berharap kita semua dapat menagambil manfaat dan kami mohon maaf atas segala kesalahan dan kekurangan.

Sabtu, 11 Januari 2014

Workshop Cerdas & terjangkau Bahkan Gratis

Gambar dari http://webmediacenter.com
Dikutip dari Status Facebook Pak Hero ShvRootkit

Workshop cerdas & terjangkau :
. Materi :Wireless Indoor
. Contents : DDWRT, AP, AP Extender, Repeater, Repeater Bridge, Client, Client Bridge, WDS & Dasar Mikrotik.

. Tgl. Workshop : 02 Februari 2014 dan 09 Februari 2014
. Tempat : Jl. Raya Narogong, Pangkalan 1B (Milano Motor), Bantar Gebang - Bekasi.

. Jam : 09.00 - 17.00 WIB
. Instruktur : saya sendiri
. Investasi : Rp. 600.000,- termasuk Coffee Break dan Lunch
. Peserta membawa notebook masing2
. Metode belajarnya Full Nge-lab dengan beberapa kasus implementasi
. Peserta workshop maksimal 12 orang
. Free utk peserta Yatim/Piatu berusia <=19 tahun, Insya Alloh disubsidi transport.
. Perangkat wireless lengkap dan mumpuni
. Info & Pendaftaran : it.training.bekasi@gmail.com
(cukup Nama, Alamat dan No. Handphone)
. Pendaftaran ditutup tanggal 25 Januari 2014

* peserta workshop harus benar2 memiliki niat belajar biar skillnya bisa dibentuk.
* investasi Rp. 600.000,- untuk tanggal 02 dan 09 Februari 2014.


Salam,
Hero ShvRootkit

Jumat, 10 Januari 2014

Membuka Fikiran Hingga Jam Terbang

 Gambar dari sigitpurnomo.com
Hari ini begitu banyak cerita yang bisa saya jadikan sebagai pelajaran dalam hidup. Mulai dari cerita  membuka fikiran sampai cerita mengenai jam terbang. Cerita membuka fikiran bermula dari diskusi pagi dengan seorang teman mengenai masalah sertifikat dalam setiap acara komunitas, ada yang bilang saya terlalu kaku karena sikap tidak setuju saya akan pemberian sertifikat dalam acara komunitas. Alasan saya kerena hal tersebut diluar tujuan komunitas dimana komunitas ada untuk berbagi pengetahuan bukan untuk berbagi pengakuan. Sehingga saya menyimpulkan hal tersebut tidak perlu dilakukan. 
Hari ini ditutup dengan cerita mengenai jam terbang dimana cerita bermula dari pertemuan dengan seorang teman dari sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa. Ia mengatakan kalau ia sedang mencari penulis untuk website UKM mereka sebab sudah lama sekali tulisan di web tersebut tidak pernah diperbaharui. Dari pembicaraan yang lumayan panjang saya coba katakan kalau kita punya keinginan jangan pernah untuk menunggu sempurna baru dimulai apalagi untuk berbuat kebaikan. Kalaulah untuk memulai sesuatu kita selalu menunggu orang lain maka kegiatan tersebut tidak akan terlaksana. Begitu juga dengan menulis di web UKMnya, saya sarankan untuk mulai terlebih dahulu meskipun jelek ya tidak apa-apa. Lama kelamaan juga bakalan bagus, toh di saat lahir kita tidak langsung bisa berdiri tapi terjatuh berkali-kali untuk bisa tegak dengan sempurna. Semua hanya masalah jam terbang. Setelah nanti apa yang dilakukan memperlihatkan hasil maka dengan sendirinya akan banyak orang yang ingin juga menulis. Saya juga masih belajar dan saya akan merasa sangat bahagia jika kita bisa belajar bersama, tumbuh bersama dan menikmati hasilnya bersama.

Kamis, 09 Januari 2014

Ini Jawaban Saya

 Image dari bola.kompas.com
Tanpa bermaksud berburuk sangka, saya tahu banyak para penonton yang mengatakan mengapa saya terlalu ngotot dan terlalu menyederhanakan sesuatu masalah. Saya akan mencoba memberikan jawabannya. Untuk urusan ngotot terhadap suatu masalah terutama dalam kondisi-kondisi tertentu semisal untuk mengerjakan sebuah program itu karena saya sudah pernah melewati keadaan tersebut.  Sehingga secara pribadi saya tidak ingin orang-orang terdekat saya melakukan hal-hal yang konyol dan tidak akan membuahkan hasil. Kemudian untuk penyederhanaan masalah semisal untuk mengadakan sebuah acara kenapa saya tidak pernah setuju kalau ada pungutan iuran atau diberikan sertifikat bagi peserta. Alasan saya sangat sederhana karena saya tahu tanpa memungut iuran sepersenpun acara tersebut akan tetap bisa terlaksana, kemudian alasan kedua karena saya pernah mengalami masa-masa susah dimana sangat sulit mencari tempat untuk mendapatkan bantuan. Dan sebagai penutup ketidak setujuan saya terhadap pemberian sertifikat untuk setiap acara yang kita adakan adalah karena acara yang kita lakukan bukan acara penghargaan tapi acara berbagi pengetahuan, kalau orang-orang tidak mau datang ya terserah mereka, kita tidak hidup dari tepuk tangan orang banyak kok. Lagipula apa yang kita lakukan adalah panggilan jiwa bukan panggilan keuwangan.

Rabu, 08 Januari 2014

Peminjaman Koleksi Cadangan di SLiMS


image dari  http://lib.hku.hk
Setelah lumayan lama untuk ukuran pemula menjadi pengunjung tidak setia perpustakaan baru sekali saya masuk ruangan koleksi cadangan itupun karna buku yang saya cari cuma ada di sana. Buku yang saya cari adalah buku Madilog karangan Tan Malaka. Awalnya saya berniat untuk meminjam buku tersebut untuk dibawa pulang tapi kata petugasnya hanya boleh di copy dan dibaca di tempat dengan batas waktu yang ditentutkan. Setelah buku tersebut di ambilkan, petugas meminta kartu anggota perpustakaan saya, sepertinya kartu tersebut akan di pergunakan untuk peminjaman berjangka. Dan ternyata dugaan saya benar, sebelum buku di serahkan petugas mengatakan kalau buku sudah harus dikembalikan sebelum jam istirahat. Sayang saya tidak sempat menanyakan konsekuensinya jika buku tersebut tidak saya kembalikan pada waktu yang sudah di tentukan.
Dari kisah singkat tersebut saya jadi kefikiran SLiMS. Di SLiMS seingat saya fitur tersebut belum ada, memang untuk keterangan koleksi cadangan sudah ada namun koleksi tersebut tidak dapat dipinjam. Jika fitur tersebut diadakan maka Perpustakaan yang menggunakan SLiMS untuk mengelola koleksi cadangan mereka pasti akan sangat terbantu. Semoga saja developer menganggap hal ini penting atau bisa jadi teman-teman komunitas bisa membuatkannya.

Senin, 06 Januari 2014

Incredible Journey

Incredible Journey merupakan soundtracks dari salah satu produk susu yang akhir-akhir ini sering tampil di televisi. Iklan tersebut sudah saya lihat beberapa kali namun setelah di perhatikan ternyata lirik soundtracks bagus. Kemudian saya coba untuk menemukan informasi lebih banyak mesin pencari dan ternyata Incredible Journey dinyanyikan oleh artis berkewarganegaraan Republik Rakyat China yang bernama Bai Ann padahal awalnya saya mengira lagu tersebut dinyanyikan oleh orang barat.
Secara keseluruhan semua lirik yang ada dalam lagu tersebut bagus namun ada beberapa lirik yang cukup berkesan bagi saya.
We've only just met

But I feel sure

We will be best friends

Sharing the joy

Of every step

We take together
Beberapa baris lirik tersebut khusus saya peruntukan bagi teman-teman yang sudah menjadi bagian dari hidup saya.

Sabtu, 04 Januari 2014

Mockup SIKAT Sesi 1

Setelah berhasil mengintegrasikan SMS Gateway dengan SLiMS yang diberi nama SIKAT akhirnya saya mulai berangan-angan lagi untuk mengintegrasikan menu tambahan kedalam SLiMS. Tujuan dari angan-angan mengintegrasikan menu tambahan kedalam SLiMS supaya nantinya manajemen pesan baik pesan terkirim maupun pesan diterima bisa lebih mudah.
Berikut cuplikan angan-angan saya :)


Jumat, 03 Januari 2014

Kembali Ke Forum


Semenjak kedatangan media sosial seperti facebook, twitter dan teman-teman dunia berubah, banyak layanan yang pada awalanya berjaya ditinggalkan oleh para penggunanya. Sebut saja milis dan buletin board (forum). Perpindahan para pengguna tersebut dikarenakan media sosial seperti facebook memiliki fitur yang lebih lengkap dan mudah untuk digunakan. Facebook memiliki fitur chatting, note, group dan lain sebagainya sedangkan di buletin board (forum) tidak selengkap itu. 
Dibalik kemudahan yang diberikan oleh media sosial ternyata ada hal yang terlewatkan oleh para pengguna termasuk saya sendiri yaitu menjadi manja dan manajemen tulisan yang tidak menentu. Di facebook setiap tulisan yang sudah dibuat akan tenggelam dengan sendirinya di timpa oleh tulisan-tulisan baru dan ditambah lagi tidak adanya hak bagi pengguna untuk melakukan backup pada tulisan. Berbeda dengan buletin board (forum) semua tulisan tertata dengan rapi kalau ada tulisan yang salah tempat bisa di pindahkan ke tempatnya. Hal yang memberikan keuntungan di buletin board (forum) adalah server yang dikelola didalam negeri sendiri, jadi kalaupun data kita disalah gunakan toh yang menggunakan juga masih saudara kita :D.
Salah seorang dosen saya pernah bercerita kalau di perancis populer kata-kata "belajar matematika ke Bangalore" sebab ada sebuah buletin board (forum) yang dikelola di india diperuntukan bagi guru-guru matematika untuk mendiskusikan masalah-masalah yang mereka hadapi sehingga sampai pada akhirnya terbit buku dari buletin board (forum) tersebut dan menjadi best seller, nama dari buletin board (forum) adalah tutorvista.
Sudah saatnya (saya) kita semua mengkaji kembali apa yang kita lakukan di media sosial. Menulis di buletin board (forum) tidak ada ruginya dengan meniru teknik menulis di kaskus dimana yang di posting disana adalah tulisan kw sedangkan tulisan orisinil di buat di blog pribadi. 

Rabu, 01 Januari 2014

Mobile Learning

http://www.upsidelearning.com
Mobile learning didefinisikan sebagai gabungan komputasi mobile  (aplikasi komputasi kecil, portabel, dan nirkabel dan perangkat komunikasi) dan e-learning (pembelajaran yang difasilitasi dan didukung melalui penggunaan  teknologi informasi dan komunikasi) (Joseph, Corbeil, & Valdes-corbeil, 2007). Disebut gabungan karena dalam menyampaikan suatu materi pembelajaran dipergunakan komputasi mobile dan untuk jenis pembelajarannya sendiri adalah dalam bentuk eletronik. Pada awalnya teknologi mobile tidak begitu mampu untuk dijadikan sebagai media pendukung dalam proses pembelajaran dikarenakan belum ada banyak variasi dari teknologi itu sendiri, namun dengan pengembangan yang terus dilakukan sehingga kemajuan dalam teknologi seluler memungkinkan berbagai  aplikasi mobile dimanfaatkan untuk belajar (Study, n.d.). 
Melalui mobile learning banyak hal yang bisa dilakukan untuk membantu proses pembelajaran mulai dari penyampaian materi, evaluasi maupun umpan baliak dari para siswa dan hal tersebut dapat dilakukan tanpa terikat ruang dan waktu. Dengan demikian materi dapat diakses hampir dari  mana saja serta peserta didik dapat terlibat dalam pengalaman secara aktif, menyenangkan dibandingkan pembelajaran tradisional dan akibatnya mobile learning dapat dengan mudah diterapkan atau diintegrasikan dalam  konteks belajar ((Rodrigues & Torre, n.d.). 
Menurut (Zeli, 2011) mobile learning bertujuan untuk meningkatkan akses,  mengeksplorasi perubahan proses belajar dan mengajar, dan keselarasan  dengan institusi atau bisnis yang akan menerima output dari dunia  pendidikan. Karena dunia menuntut perubahan maka sudah seharusnya sebuah lembaga pendidikan menyesuaikan kompetensi para peserta didiknya dengan dunia yang akan menerimanya sebab tanpa melakukan hal tersebut yang akan ada adalah hanya para pengangguran terdidik. Selain tuntutan penerima lulusan dari suatu lembaga pendidikan faktor lain yang mendorong penggunaan mobile learning dalam pembelajran adalah keadaan masyarakat yang sedang berubah dimana  mereka tidak pernah lepas dari perangkat mobile setiap waktunya. 
AA van Rooyen (2010) menyatakan dalam penelitian tentang penggunaan mobile learning di Universitas Afrika selatan bahwa terjadi peningkatan inisiatif siswa  dalam belajar sehingga memungkinkan mereka untuk belajar lebih efektif . Dari semua penjelasan yang sudah dijabarkan dapat ditarik kesimpulan persis seperti yang di ungkapakan Traxler (2012) bahwa  lingkungan pendidikan formal juga harus berubah dan perangkat teknis  untuk pengiriman dan dukungan untuk kurikulum perlu diperbarui dan  diperbaiki. 

Referensi 
Rooyen, A. A. van. (2010). Effective integration of SMS communication into a distance education accounting module. Meditari Accountancy Research. doi:10.1108/10222529201000004
Joseph, B., Corbeil, R., & Valdes-corbeil, M. E. (2007). Are you ready for mobile learning? Word Journal Of The International Linguistic Association,30,51–58.Retrieved from http://www.learning-centric.net/mobile.cc/relatedinfo.pdf 
Rodrigues, J. J. P. C., & Torre, I. De. (n.d.). A Mobile Learning Content-independent Versatile Ubiquitous System ( CiVUS ), 21–36. doi:10.4018/978-1-4666-0936-5.ch002 
Study, A. E. (n.d.). Applications of Mobile Learning in Higher Education :,268–281. doi:10.4018/978-1-61350-468-0.ch022 
Traxler, J. (2012). Sustaining Mobile Learning and its Institutions, 1–9. doi:10.4018/978-1-4666-0053-9.ch001 
Zeli,M.(2011).Mobiledoi:10.4018/978-1-61692-008-1.ch006